Jika dianalisa, apakah penyebab seseorang memiliki rasa iri?
Begitu banyak orang di luaran sana yang memiliki kemampuan ataupun kapasitas yang jauh melebihi seseorang yang menjadi objek rasa iri hatinya. Sebagai contoh jika rasa irinya itu menyangkut aspek jabatan, mengapa presiden, raja-raja, ketua organisasi, dsb, tidak menjadi objek keiriannya. Malah orang-orang terdekatnya yang mungkin hanya menempati jabatan yang terbilang rendah seperti pakcamat, walikota, bahkan gubernur menjadikan tumbuhnya rasa iri.
Perbedaan serta alasan dari problem tersebut bukanlah karena rendah tinggi jabatan, namun lebih karena kedekatan orang tersebut dengan kita sebagai seorang yang menderita rasa iri dihati.
Oleh karena itu, ada beberapa cara untuk mengatasi rasa iri yang tumbuh berdasar sebab diatas
- Tanamkan kesadaran bahwa Allah memang menciptakan perbedaan dalam diri manusia serta meninggikan derajat sebagian manusia atas manusia lain. Contohnya seorang Nabi saat dibandingkan dengat kita sebagai umatnya.
- Tanamkan dalam hati bahwa mungkin dia(seseorang yang menjadi objek rasa iri kita) adalah calon orang sukses, calon presiden, calon imam besar, atau lainnya yang kebetulan menjadi teman atau saudara kita.
- Doakan setiap orang terdekat kita dengan doa kesuksesan dan doa kebaikan. Hal ini dapat menumbuhkan rasa ikut berbahagia saat orang lain mendapat kesuksesan.
- Ketika melihat keadaan orang lain saat ini, baik itu sukses ataupun tidak, jangan hanya berkeyakinan bahwa masa depan merupakan hal yang tidak pasti, karena keyakinan tersebut mendekati suatu keyakinan lain yang tidak disadari bahwa jika orang tersebut sekarang kurang berprestasi/sukses, dalam ucapan kita memang mengucapkan bahwa masa depan tidaklah pasti tetapi sebenarnya rasa ketenangan kita terletak pada keadaannya sekarang(tidak sukses). Adapun jika dia merupakan orang yang berprestasi dan kita mengucapkan masa depan tidaklah pasti, maka rasa sebenarnya yang tergambar dalam hati adalah kemungkinan orang yang berprestasi tersebut menjadi seorang yang gagal di masa depan. Maka tanamkan di hati bahwa semua orang mungkin, bisa, dan berhak sukses.
الحمد لله رب العالمين

Komentar
Posting Komentar