Beberapa tahun terakhir ini, pemerintah Mesir kembali memberlakukan sistem waktu DST, lalu apakah DST itu?
DST (Daylight Saving Time) merupakan sistem waktu yang khusus diterapkan oleh sebagian negara pada saat musim panas yang mana bertujuan untuk menyesuaikan lama siang dan malam di negara tersebut, berupa penambahan atau pengurangan waktu dari standar GMT (Greenwich Mean Time) menjadikan negara penerapannya memiliki 2 zona waktu GMT.
Di Mesir, pemberlakuan sistem tersebut pernah diberhentikan pada tahun 2015 lalu diberlakukan kembali pada tahun ini, 2023 sehingga menjadikan Mesir satu-satunya negara Afrika yang menerapkan sistem DST. Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan antara waktu sesuai standar GMT dengan waktu DST di negara Mesir berikut ini.
WAKTU STANDAR GMT DI MESIR
- Zona waktu Mesir adalah GMT (UTC+2)
- Berlaku sepanjang musim dingin
- Selisih waktu Jakarta-Kairo 5 jam
SISTEM WAKTU DST DI MESIR
- Zona waktu DST Mesir adalah GMT (UTC+3)
- Berlaku sepanjang musim panas mulai dari Jum'at terakhir bulan April hingga Kamis terakhir bulan Oktober
- Selisih waktu Jakarta-Kairo 4 jam
Jam diubah dari UTC+02:00 menjadi UTC+03:00. Perubahan terjadi satu detik setelah 23:59:59 pada hari Kamis menjadi 01:00:00 pada hari Jumat terakhir bulan April memperpendek hari menjadi 23 jam. Waktu musim panas berakhir satu detik setelah 23:59:59 menjadi 23:00:00 pada hari Kamis terakhir bulan September yang memperpanjang hari menjadi 25 jam. Tanggal tidak berubah satu detik setelah 23:59:59 pertama terjadi; untuk semua tujuan praktis, tengah malam tidak terjadi sampai setelah detik 23:59:59 yang kedua.
Oleh : Muhammad Irfan Zidni

Komentar
Posting Komentar